Dosen UII Ini Berhasil Raih Gelar Doktor Tercepat di Austria, Apa Rahasianya?
Tak cuma menjadi lulusan tercepat, ia juga menorehkan berbagai prestasi lainnya. Addin diketahui berhasil menerbitkan 2 artikel di jurnal Q1 Scopus yang dia tulis seorang diri, 3 artikel Q2 sebagai penulis pertama, 1 buku ajar dan 3 karya ilmiah populer.
Menurut Addin, hanya ada dua konsekuensi logis dari pengambilan keputusan untuk menjadi dosen, yakni berkuliah S2 dan bersungguh-sungguh menjadi profesor.
"Target sudah saya tentukan, selanjutnya, tugas saya hanya berikhtiar dan bertawakal”, ucap dia.
Saat ini, Addin akan segera kembali ke Indonesia dan mendalami perannya sebagai dosen. Ia berjanji akan fokus berkontribusi untuk memajukan institusi serta bangsa.
“Saya ingin berkontribusi untuk turut mengoptimalisasi fungsi direktorat/bidang yang menangani SDM. Salah satu aspek terbesar yang masih menyisakan banyak ruang untuk perbaikan di area ini adalah untuk meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan dosen dan karyawan,” tutup dia.
Editor: Puti Aini Yasmin