Dosen UII Ini Berhasil Raih Gelar Doktor Tercepat di Austria, Apa Rahasianya?
JAKARTA, iNews.id - Dosen asal Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menorehkan prestasi. Bagaimana tidak, ia berhasil meraih gelar doktor tercepat di Austria. Bagaimana kisahnya?
Adalah Jaya Addin Linando yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di Wirtschaftsuniversität (WU) Wien (Vienna University of Economics and Business). Addin pun resmi diwisuda pada 24 Februari 2023.
Diketahui, pria kelahiran 1992 ini mengangkat isu agama di tempat kerja sebagai topik disertasinya yang berjudul 'Religion in the Workplace: A Multilevel Perspective'. Hal itu karena ia menilai hampir tidak yang membahas topik tersebut.
“Data dari PDDIKTI tahun 2019 mencatat ada 1.140 universitas di Indonesia yang memiliki jurusan manajemen. Jika kita buat asumsi kasar, katakan di tiap-tiap jurusan manajemen tersebut terdapat 2-3 dosen yang berkonsentrasi di bidang Human Resource Management (HRM) dan Organizational Behavior (OB), maka kita akan mendapati 2.280-3.420 akademisi Indonesia di bidang HRM & OB tersebut,” ucap dia dikutip dari iNews.id, Senin (6/3/2023).
Kisah Inspiratif Lulusan HI yang Pilih Mengolah Sampah Organik, Seperti Apa?
Padahal, kata Addin, Indonesia masuk menjadi jajaran atas negara paling religius di dunia. Oleh karena itu, ia berharap akademis (HRM dan OB) bisa mendalami peran tersebut di tempat kerja.
Tak cuma menjadi lulusan tercepat, ia juga menorehkan berbagai prestasi lainnya. Addin diketahui berhasil menerbitkan 2 artikel di jurnal Q1 Scopus yang dia tulis seorang diri, 3 artikel Q2 sebagai penulis pertama, 1 buku ajar dan 3 karya ilmiah populer.
Kisah Inspiratif Perempuan asal Ponorogo yang Kini Jadi Peternak di Australia
Menurut Addin, hanya ada dua konsekuensi logis dari pengambilan keputusan untuk menjadi dosen, yakni berkuliah S2 dan bersungguh-sungguh menjadi profesor.
"Target sudah saya tentukan, selanjutnya, tugas saya hanya berikhtiar dan bertawakal”, ucap dia.
Saat ini, Addin akan segera kembali ke Indonesia dan mendalami perannya sebagai dosen. Ia berjanji akan fokus berkontribusi untuk memajukan institusi serta bangsa.
“Saya ingin berkontribusi untuk turut mengoptimalisasi fungsi direktorat/bidang yang menangani SDM. Salah satu aspek terbesar yang masih menyisakan banyak ruang untuk perbaikan di area ini adalah untuk meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan dosen dan karyawan,” tutup dia.
Editor: Puti Aini Yasmin