Diterpa Disrupsi Digital dan AI, Jurnalisme Justru Makin Dibutuhkan
“Kalau di rumah kita tidak mendapatkan apa-apa. Jadi memang harus proses mencari fakta, terus wawancara, dan verifikasi kondisinya seperti apa. Jadi ketika gelap, makanya saya menyebut jurnalisme adalah cahaya di saat gelap,” ucapnya.
Pegadaian Sukses Gelar Uji Kompetensi Wartawan Demi Perkuat Jurnalisme Profesional
Dia juga menekankan bahwa jurnalisme memiliki peran penting dalam menyuarakan kelompok-kelompok yang selama ini termarginalkan dan kerap tidak mendapat ruang dalam arus utama informasi.
Ia menjelaskan, kerja jurnalistik menuntut cara berpikir yang berfokus pada kepentingan orang lain, bukan sekadar ekspresi diri seperti yang banyak terjadi di media sosial. Hal ini membuat jurnalisme selalu dibutuhkan.
“Di jurnalisme itu mengajari saya, mengajari jurnalis-jurnalis cara berpikir memikirkan orang, memberikan ruang pada orang lain, dan berada di balik-balik peristiwa itu, sehingga menyebabkan peristiwa itu penting” ujar Luviana.
Tak cuma itu, Ketua AMSI Wahyu Dhyatmika menyoroti tekanan baru akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Wahyu mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir terjadi penurunan signifikan trafik media.