Dapat Dukungan BRI Peduli, TPS3R Sadu Kencana Jadi Model Pengelolaan Sampah Pilah di Desa
“Saya melanjutkan membangun lima bank sampah yang ada di desa. Awalnya 2012 hanya 1 bank sampah, sehingga genaplah rumah bank sampah yang ada di Dauh Peken,” ujarnya.
Di tengah upaya meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Pada 2015, pihak desa mengajukan usulan ke Dinas PUPR di wilayah Bali untuk mendirikan TPS3R. Dalam pengembangannya, TPS3R Sadu Kencana memiliki beberapa kegiatan pengolahan sampah.
Kegiatan tersebut antara lain mencakup mengolah sampah organik (sisa canang dan sampah daun) menjadi pupuk organik; memanfaatkan sampah buah, sayur, dan sisa makanan dari masyarakat untuk ternak maggot, serta; menjadi bank sampah induk bagi banjar-banjar, sekolah, dan kelompok masyarakat yang ada di Dauh Peken.
Tak hanya itu, tim dari TPS3R Sadu Kencana juga memberikan edukasi ke sekolah-sekolah tentang pentingnya konsep “reduce, reuse, recycle” demi kelestarian alam. Mereka juga menjalin rekanan dengan sekolah dan instansi yang ada di lingkungan Dauh Peken sebagai anggota TPS3R Sadu Kencana agar lebih banyak lagi yang sadar memilah sampah dengan baik dan benar.

Kendati demikian, dalam melaksanakan program-program tersebut, kata Kades Komang Sana, pengelola TPS3R Sadu Kencana menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya kendaraan pengangkutan sampah. Belum lagi bangunan TPS3R yang sudah mulai kurang layak, serta kurangnya fasilitas pendukung lainnya seperti bank komposter dan kantong pemilahan untuk pelanggan.
Usaha TPS3R Sadu Kencana dalam menjaga lingkungan itu ternyata mendapat perhatian dari BRI. Lewat program BRI Peduli, bank pelat merah itu memberikan bantuan berupa kendaraan operasional pengangkutan sampah, renovasi bangunan kantor, dan pengadaan bak komposter. Tak hanya itu, BRI juga mencukupinya dengan kantong pemilahan sampah.