12 Contoh Teks Anekdot Bahasa Jawa, Lucu, Singkat, dan Menggelitik
Terjemahan:
Penumpang: "Pak, ini kok ongkosnya mahal sekali?"
Tukang Becak: "Iya, Pak. Lha bensin sekarang juga mahal."
Penumpang: "Lho, becak kok pakai bensin?"
Tukang Becak: "Ya tidak, Pak. Tapi kalau saya tidak bilang begitu, Anda pasti tidak percaya kalau ongkosnya memang mahal."
Guru: "Yen 2+2 piro, Budi?"
Budi: "5, Bu Guru."
Guru: "Salah, Budi. Sing bener kuwi 4."
Budi: "Nggih, Bu. Ning kulo wau kepingin aweh kesempatan dateng Bu Guru kangge mbeneraken kulo."
Terjemahan:
Guru: "Kalau 2+2 berapa, Budi?"
Budi: "5, Bu Guru."
Guru: "Salah, Budi. Yang benar itu 4."
Budi: "Iya, Bu. Tapi saya tadi ingin memberi kesempatan kepada Bu Guru untuk membenarkan saya."
Istri: "Pak, aku pengin tuku tas anyar. Oleh ora?"
Suami: "Aduh, Bu. Duite lagi tipis iki."
Istri: "Yo wis, aku tak tuku dompet wae."
Suami: "Lho, kok malah dompet?"
Istri: "Ben isa ngisi dhuwit akeh, Pak. Dadi sesuk iso tuku tas."
Terjemahan:
Istri: "Pak, aku ingin beli tas baru. Boleh tidak?"
Suami: "Aduh, Bu. Uangnya lagi tipis ini."
Istri: "Ya sudah, aku beli dompet saja."
Suami: "Lho, kok malah dompet?"
Istri: "Biar bisa mengisi uang banyak, Pak. Jadi besok bisa beli tas."