Cerita Penjaga Perbatasan Pulau Natuna, Harus Sewa Perahu Nelayan untuk Menyisir Kapal Asing
"Kita tidak seperti TNI yang mendapat uang lauk-pauk, uang tunjangan kemahalan, nah kalau kita sampai detik ini, sampai sekarang belum ada. Mudah-mudahan nanti pemerintah memperhatikan juga selain dari TNI-Polri, karena kita petugas juga," ucapnya.
Hal yang sama juga dirasakan Kasi Teknologi Informasi Keimigrasian Kanim Ranai, Tito Teguh Raharjo. Bagi Tito, hal yang paling berat ketika bertugas di Natuna hanya satu, yaitu meninggalkan keluarga. Ia mengaku kerap tak bisa berbuat apa-apa ketika keluarganya sakit.
"Kita jauh dari keluarga, rasa rindu itu dengan keluarga dengan anak dan istri itu pasti ada, di saat sakit juga kita enggak bisa melihat mereka, mau pulang pun terkendala dengan pekerjaan juga," kata Tito saat berbincang.
Tugas Imigrasi di wilayah perbatasan memang tak sedikit. Salah satu tugas mereka yakni melakukan clearence atau pengecekan dokumen perizinan bagi orang asing di wilayah Natuna.
Punggawa Imigrasi Ranai harus menyisir kapal-kapal asing yang berada di Kepulauan Natuna. Terutama soal dokumen orang asing yang ada di kapal tersebut. Apalagi, Imigrasi belum memiliki kapal ataupun perahu untuk menyisir ke kapal-kapal asing.