Budiman Sudjatmiko Sebut Prabowo Sedang Bangun Fondasi Baru Ekonomi RI
Kekuatan mata uang tersebut dipayungi oleh hegemoni militer dan penguasaan sumber daya minyak, atau yang ia istilahkan sebagai konsep "GOD" (Gun, Oil, and Dollar). Trinitas inilah yang selama ini menopang dolar sebagai mata uang pelarian aman (safe haven) bagi dunia.
Menurutnya, Indonesia harus memahami adanya fenomena Cantillon Effect, di mana uang yang dicetak akan terasa murah di tingkat distributor awal namun menjadi sangat mahal dan spekulatif saat sampai ke bawah. Guna menangkal dampak negatif fluktuasi tersebut, pemerintah mulai membangun fondasi industri domestik yang kuat.
Budiman berpendapat, tidak semua dolar yang masuk ke Indonesia memiliki karakter yang sama bagi pembangunan jangka panjang. Pemerintah saat ini justru sedang memilah mana modal yang benar-benar berkomitmen membangun kedaulatan industri dan mana yang hanya sekadar mencari celah spekulasi.
"Dolar yang kita dapat dari hasil ekspor, kemudian dolar yang datang dalam bentuk investasi, itu dolar yang cakep tuh dua nih, satu sehat, satu bestie. Ada lagi dolar 'baper', dolar yang baper itu selalu bereaksi terhadap setiap kebijakan pemerintah yang contohnya Pak Prabowo ingin melakukan proses industrialisasi, ingin membangun produksi domestik, ingin mendorong produktivitas rakyat," tuturnya.
Lebih lanjut, Budiman menyoroti posisi Indonesia dalam Straight jacket Trilemma, sebuah teori ekonomi yang menyebutkan negara harus memilih antara demokrasi, kedaulatan, atau integrasi global. Indonesia memilih untuk tetap berintegrasi dengan ekonomi global namun dengan kedaulatan yang mutlak.