BPIP Gandeng Komunitas Adat Sumba untuk Wujudkan Pembudayaan Pancasila
Makanya, pada tahap awal, pihaknya akan membersihkan gorong-gorong dan memunguti sampah-sampah yang menutupi sumber mata air. Harapannya, supaya air yang jernih ini bisa kembali mengalir dan berkumpul supaya oase yang tersedia tidak kering lagi. Dengan begitu, setiap orang bisa berenang dan mengambil airnya untuk kebutuhan manusia.
“Begitulah kira-kira. Jadi strategi awal ini adalah kita mendatangi sumber-sumber mata air, untuk melihat mengenali. Sekaligus langkah kedua kita adalah, membersihkan gorong-gorong dari sumbetan mata air yang berasal dari sampah peradaban dan sampah kebudayaan. Sehingga, sumber mata air jernih bisa ke danau, bisa menjadi oase, maka pancasila ini akan hidup dengan sendirinya,” Ucap dia.
Kedepannya, lanjut dia, setelah BPIP melihat dan mendengar sejumlah komunitas budaya terkait harapan dan pikiran-pikiran, termasuk konsep-konsep yang sudah mereka lakukan selama ini. Dari hasil inilah, akan dijadikan bahan untuk menyusun strategi pembudayaan pancasila. Sehingga, harapannya nanti, pembudayaan pancasila tidak hanya BPIP yang menjalankan tapi juga pihak-pihak lain, seperti kementerian dan lembaga-lembag terkait lainnya.
Langkah selanjutnya, BPIP juga akan melakukan advokasi, baik positif maupun negatif. Advokasi positif artinya, memberikan advokasi supaya komunitas-komunitas budaya ini bisa bisa dikenali dan dilihat orang. Sehingga, kalau ada orang berprilaku pancasila atau contoh baik yang bisa ditiru meskipun tidak mirip.
Ada spirit, semangat yang bisa dijadikan rujukan. Sementara, advokasi negatif, caranya mendorong komunitas budaya yang baik supaya tumbuh dan bisa memberikan contoh dan keteladanan kepada pihak-pihak yang sudah kering dari nilai-nilai pancasila.
Dia mencontohkan, seperti yang baru dilakukan di Rumah Budaya Sumba, itu riil dari praktik pancasila. Bagaimana orang bekerja dengan panggilan hati, melakukan edukasi, gerakan aktualisasi terhadap penanaman nilai-nilai pancasila sekalipun mereka tidak menamakan itu sebagai gerakan pancasila. “Makanya kita membangun kerja sama dengan mereka untuk tukar informasi , menjadikan mereka sebagai tempat kita belajar,” katanya.
Editor: Faieq Hidayat