Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter Mengintai di Sejumlah Perairan hingga 23 Juli 2026
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Sebut Musim Kemarau 2025 Mundur dan Berdurasi Lebih Pendek, Simak Faktanya! 

Sabtu, 21 Juni 2025 - 14:22:00 WIB
BMKG Sebut Musim Kemarau 2025 Mundur dan Berdurasi Lebih Pendek, Simak Faktanya! 
BMKG sebut musim kemarau durasi lebih pendek. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga awal Juni 2025, hanya sekitar 19 persen zona musim di Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau. Hal ini berarti sebagian besar wilayah Indonesia masih dalam musim hujan, meskipun kalender klimatologis biasanya menunjukkan musim kemarau sudah mulai di banyak daerah pada periode ini.

Penyebab Mundurnya Musim Kemarau Tahun 2025

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa mundurnya awal musim kemarau tahun ini terutama disebabkan oleh curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya (Atas Normal) selama April hingga Mei 2025, yang seharusnya menjadi masa peralihan dari musim hujan ke kemarau.

Menurut Dwikorita, BMKG sudah memprediksi kondisi ini lewat prakiraan iklim bulanan yang dirilis pada Maret 2025. Dalam prediksi tersebut, BMKG mengantisipasi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Peningkatan curah hujan ini menyebabkan wilayah tersebut belum sepenuhnya beralih ke musim kemarau seperti biasanya.

“Prediksi musim dan bulanan yang kami rilis sejak Maret lalu menunjukkan adanya anomali curah hujan yang diatas normal di wilayah-wilayah tersebut, dan ini menjadi dasar utama dalam memprediksi mundurnya musim kemarau tahun ini,” ungkap Dwikorita, Sabtu (21/6/2025). 

Kondisi Curah Hujan dan Transisi Musim Kemarau

Berdasarkan analisis data curah hujan pada Dasarian I Juni 2025, BMKG mencatat bahwa sebagian besar wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran ke kondisi kemarau. Sebanyak 72 persen wilayah berada dalam kategori Normal, 23 persen Bawah Normal (lebih kering), dan sekitar 5 persen masih mengalami curah hujan Atas Normal.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut