Biografi Teuku Umar Singkat, Pahlawan Nasional Asal Aceh yang Cerdas Rebut Senjata Belanda
Teuku Umar seorang yang sangat paham dengan kejiwaan orang Aceh. Dia mampu menarik pengikutnya dengan sifat dermawan dan riang gembira, dan mampu memperoleh kerjasama mereka dengan mengobarkan perang sabil.
Di tahun yang sama, Teuku Umar menikah dengan Cut Nyak Dhien, seorang pejuang wanita Aceh yang juga merupakan pahlawan nasional Indonesia.
Kepahlawanan Teuku Umar dapat dilihat dari keberhasilan dirinya dalam menghadapi musuh. Pada tahun 1893, Teuku Umar menyerah kepada Belanda dan bergabung dengan pasukan Belanda.
Namun, Teuku Umar sebenarnya hanya berpura-pura menyerah kepada Belanda. Ia ingin memanfaatkan kepercayaan Belanda untuk mendapatkan senjata dan perlengkapan perang. Teuku Umar kembali bergabung dengan pasukan Aceh di tahun 1896, dan memimpin perang gerilya melawan Belanda.
Ia berhasil merebut beberapa wilayah yang dikuasai Belanda dan menewaskan banyak tentara Belanda. Pada tahun 1899, Teuku Umar gugur saat Guburnur Deykerhof sebagai pengganti Gubernur Ban Teijn memerintahkan Van Heutsz bersama pasukan besarnya untuk menangkap Teuku Umar.
Serangan mendadak ke daerah Meulaboh merenggut nyawa Teuku Umar. Ia ditembak dan gugur di medan perang, tepatnya di Kampung Mugo, pada 10 Februari 1899.
Teuku Umar merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang sangat berjasa dalam melawan penjajah Belanda. Ia dikenal sebagai seorang pejuang yang tangguh, cerdas, dan berani.
Teuku Umar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1973. Namanya diabadikan sebagai sekolah, universitas dan jalan.
Editor: Johnny Johan Sompotan