Biografi Sunan Ampel, Wali Pendakwah di Tanah Jawa
Beberapa sumber menjelaskan jika Sunan Ampel awal masuk ke pulau Jawa adalah pada tahun 1443 M bersama dengan Sayid Ali Murtadho yang sejatinya adalah adik dari Sunan Ampel. Sebelum masuk ke Pulau Jawa, Sunan Ampel dengan Sayid Ali Murtadho berada di Palembang sekitar tahun 1440.
Peran Sunan Ampel dalam penyebaran agama Islam sangat penting. Beliau juga mengambil peran untuk membantu permasalah di kerajaan pahit. Ketika kerajaan Majapahit dalam masa suram karena adipati berfoya-foya.
Karena hubungan baiknya dengan Raja Majapahit kala itu, Prabu Brawijaya, Raden Rahmat diberi sebidang tanah di Ampeldenta, Surabaya. Di sanalah basis pertama dakwah Raden Rahmat berdiri. Karena ia menyebarkan Islam di kawasan Ampeldenta, ia dikenal sebagai Sunan Ampel.
Ketika Sunan Ampel berada di wilayah Ampel, langkah pertama yang dilakukan olehnya adalah dengan melakukan pembangunan masjid sebagai pusat ibadah serta berdakwah. Selanjutnya, beliau juga membangun pesantren dengan mengikuti model Maulana Malik Ibrahim di wilayah Gresik.
Metode dakwah yang ditempuh oleh Sunan Ampel terbilang cukup singkat dan cepat. Hal ini karena Sunan Ampel menggunakan metode dakwah Moh Limo yang memiliki arti tidak melakukan lima hal tercela, yakni tidak berjudi, tidak mabuk, tidak mencuri, tidak menghisap candu dan tidak melakukan zina.
Sunan Ampel wafat pada tahun 1481 Masehi ketika berusia 80 tahun. Meski sudah meninggal, pengaruh dan warisannya masih terasa kuat hingga kini.
Pesantren Ampel yang ia dirikan masih berdiri tegak dan menjadi pusat pendidikan Islam di Surabaya. Ajaran-ajarannya tentang keagamaan dan nilai-nilai moral masih dipegang teguh oleh banyak orang hingga saat ini.
Editor: Johnny Johan Sompotan