Biografi Bung Tomo, Tokoh Pejuang Pertempuran 10 November Beserta Sejarahnya
Sejarah Bung Tomo tercatat saat menjadi Ketua Umum Pimpinan Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI) Setiap malam, ia mengucapkan pidato dari Radio Pemberontakan untuk mengobarkan semangat perjuangan.
Kemudian, terjadi perang terbuka di Surabaya akibat sikap pasukan Sekutu yang tidak menghargai kebaikan pemerintah Indonesia. Bahkan, pasukan Sekutu menduduki tempat-tempat strategis, seperti stasiun kereta api, kantor pos hingga radio Simpang.
Melihat hal itu, masyarakat Surabaya menjadi marah karena tingkat Sekutu telah di luar toleransi. Tak cuma itu, Sekutu menyerang penjara Kalisosok dan membebaskan kolonel angkatan laut Belanda. Inggris juga mangacau di Nyamplungan dengan menangkap sejumlah pemuda dan ketua BKR.
Sebagai balasan, pemuda Surabaya meringkus serdadu-serdadu Inggris, menculik prajurit dan melakukan perampasan senjata serta mobil-mobil hingga akhirnya terjadi pertempuran besar di 29 Oktober.
Melihat hal itu, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh Hatta terbang ke Surabaya dan melakukan perundingan damai. Meski begitu, provokasi pasukan Sekutu tidak berkurang hingga insiden tembak-menembak masih sering terjadi dan puncaknya terjadi di tanggal 9 November di mana Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh.