BGN Bantah Balita di Cianjur Meninggal akibat MBG: Tidak Benar
Nanik menegaskan, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April, tidak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.
BGN Bantah Pengadaan 32.000 Unit Laptop dan Alat Makan MBG Rp4 Triliun
"Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi," ujarnya.
Nanik menambahkan, balita tersebut terakhir mengonsumsi MBG pada 14 April. Pada hari berikutnya, anak tersebut tidak mengonsumsi makanan dari program karena menolak makan.
BGN Ungkap Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Bayar EO
Gejala kemudian muncul pada 16 April sekitar pukul 06.00 WIB.
BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.
Lagi! Ratusan Dapur MBG Kena Suspend, BGN Komitmen Jaga Standar Kualitas
"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ungkap Nanik.
Secara terpisah, ayah almarhum, Sahjanudin (41), memastikan bahwa kematian anaknya tidak berkaitan dengan Program MBG.
"Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles," ucapnya.
Editor: Rizky Agustian