Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kepala BGN Klarifikasi soal MBG Butuh 19.000 Sapi per Hari, Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

BGN Bantah Balita di Cianjur Meninggal akibat MBG: Tidak Benar

Senin, 27 April 2026 - 09:57:00 WIB
BGN Bantah Balita di Cianjur Meninggal akibat MBG: Tidak Benar
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebutkan balita di Cianjur, Jawa Barat, meninggal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi tersebut dipastikan tidak benar.

"Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena program MBG," ujar Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangannya, dikutip Senin (27/4/2026).

Dia menjelaskan, MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April dan langsung dikonsumsi oleh penerima manfaat pada hari yang sama. Menu yang disajikan terdiri dari mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

Namun, pada malam hari dan keesokan paginya, orang tua anak memberikan tambahan makanan di luar program MBG berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri. Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah-muntah.

Nanik menegaskan, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April, tidak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.

"Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi," ujarnya.

Nanik menambahkan, balita tersebut terakhir mengonsumsi MBG pada 14 April. Pada hari berikutnya, anak tersebut tidak mengonsumsi makanan dari program karena menolak makan. 

Gejala kemudian muncul pada 16 April sekitar pukul 06.00 WIB.

BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ungkap Nanik.

Secara terpisah, ayah almarhum, Sahjanudin (41), memastikan bahwa kematian anaknya tidak berkaitan dengan Program MBG.

"Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles," ucapnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut