Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19
Advertisement . Scroll to see content

Belajar dari Flu Spanyol 1918, Ini Pentingnya Literasi dalam Menghadapi Covid-19

Minggu, 02 Agustus 2020 - 09:09:00 WIB
Belajar dari Flu Spanyol 1918, Ini Pentingnya Literasi dalam Menghadapi Covid-19
Sejarawan Universitas Indonesia (UI), Dr Tri Wahyuning M Irsyam. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam buku terbitan Balai Pustaka itu dijelaskan tentang bagaimana influenza menurut gejala dan penanganannya. Beberapa kalimatnya juga menekankan tentang imbauan agar manusia tidak bertindak ceroboh.

“Berhati-hatilah jangan sampai bertindak ceroboh yang bisa mengakibatkan munculnya debu. Orang yang terkena panas dan batuk tidak boleh keluar rumah. Harus tidur atau istirahat saja. Badannya diselimuti sampai rapat, kepalanya dikompres, tidak boleh mandi,” jelas Kresno.

Dalam hal ini, pemahaman serta literasi masyarakat akan bahaya pandemi sangat penting dan diutamakan. Sebab, hal itu akan mempengaruhi adanya perubahan perilaku masyarakat sehingga upaya penanganan akan lebih mudah dilakukan.

Beda pandang antara pemerintah dan masyarakat

Kendati penyampaian imbauan kesehatan dan penanganan pandemi flu spanyol 1918 sudah dilakukan, itu tetap tidak menutup adanya perbedaan persepsi antara pemerintah dengan masyarakat.

Tri menyampaikan, rata-rata masyarakat pada saat itu berkeyakinan bahwa wabah yang melanda berasal dari alam. Padahal, pemerintah berusaha meyakinkan bahwa wabah itu berasal dari transmisi dari pendatang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut