Bawaslu Terima Laporan Intimidasi dan Mobilisasi Pilihan di Ribuan TPS, Jateng Terbanyak
JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap terdapat permasalahan yang terjadi selama pemungutan suara Pemilu 2024. Beberapa di antaranya intimidasi terhadap pemilih dan penyelenggara pemilu hingga mobilisasi pilihan untuk pasangan calon (paslon) tertentu.
Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty memerinci intimidasi baik kepada pemilih maupun penyelenggara pemilu terjadi di 2.271 tempat pemungutan suara (TPS).
"Terdapat 2.271 TPS terjadi intimidasi kepada pemilih dan atau penyelenggara pemilu di TPS," ucap Lolly, Kamis (15/2/2024).
Sementara, sebanyak 2.632 TPS juga melaporkan adanya mobilisasi dan atau mengarahkan pilihan pemilih. Mobilisasi ini dilakukan baik oleh tim sukses, peserta pemilu hingga penyelenggara.
Bawaslu: Pemenang Pilpres 2024 Ditentukan Hitung Manual, Bukan Sirekap
"Terdapat 2.632 TPS melakukan mobilisasi dan atau mengerahkan pilihan pemilih oleh tim sukses, peserta pemilu, penyelenggara untuk menggunakan hak pilihnya di TPS," kata dia.
Dalam data yang diterima iNews.id, dua permasalahan tersebut ditemukan di sejumlah Provinsi. Adapun provinsi yang tercatat paling banyak melaporkan permasalahan intimidasi di antaranya Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim), Banten, DKI Jakarta, Sumatera Utara (Sumut), Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Warga Jaga Suara Bakal Laporkan Dugaan Penggelembungan Suara di Sirekap ke Bawaslu
Sementara, laporan mobilisasi untuk mengarahkan pilihan pemilih paling banyak ada di Jateng, Jabar, Jatim, DKI Jakarta, Banten, Sumut, Sumsel, Lampung, Yogyakarta dan Riau. Sayangnya Lolly tidak memerinci sebaran laporan itu.
Selain intimidasi dan mobilisasi pilihan, masih terdapat 11 permasalahan lain terkait pemungutan suara. Sementara, enam lainnya tercatat sebagai permasalahan penghitungan suara.
Temukan Pelanggaran, Bawaslu Rekomendasikan Pencoblosan Ulang di 4 TPS Malang
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan permasalahan ini dihimpun berdasarkan laporan dari aplikasi Siwaslu. Permasalahan itu berasal dari 38 provinsi di Indonesia.
"Bawaslu mengidentifikasi 13 permasalahan pada pelaksanaan pemungutan suara dan enam permasalahan dalam penghitungan suara," kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Kamis (15/2/2024).
Ada Dugaan Pemilih Penyusup di Malang, Bawaslu: Itu Hasil Temuan Pengawasan
Editor: Rizky Agustian