Bareskrim Ungkap Blackout di Sumatra Diduga Dipicu Cuaca Buruk
Lebih lanjut, ia menjelaskan pemeriksaan awal di lapangan yang dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri berlangsung lokasi yang diduga menjadi titik awal gangguan.
"Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah," ucap Nunung.
Sebelumnya, tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri tengah menyelidiki penyebab blackout atau pemadaman listrik massal di beberapa wilayah Sumatra yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026).
Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni menyebut penyelidikan dimulai dengan menerjunkan tim ke desa Tempino, Mestong, Muaro Jambi, Provinsi Jambi pada Minggu (24/5/2026).
Irhamni menyebut proses penyelidikan tim ke lokasi turut didampingi pihak Puslabfor Bareskrim Polri dan PLN untuk melakukan pengecekan bersama dan mendapati adanya konduktor putus yang belum diketahui penyebabnya.
“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut. Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” tuturnya.
Sementara, PT PLN (Persero) menyatakan, blackout atau pemadaman listrik massal di Sumatera pada Jumat (22/5) sejak pukul 18.44 WIB disebabkan oleh cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatra.
Editor: Puti Aini Yasmin