Bahlil Pastikan 60% Gas Blok Masela untuk RI, Ekspor Maksimal Hanya 40%
"Kalau untuk Pupuk, kemarin kita sudah dapat kisaran sekitar 6 sampai 7 dolar AS per MMBTU," katanya.
Di sisi lain, pemerintah masih melakukan pembahasan mengenai harga gas Blok Masela untuk pasar domestik maupun ekspor. Penetapan harga tersebut akan mempertimbangkan berbagai komponen biaya, termasuk pembangunan jaringan pipa gas sepanjang sekitar 180 kilometer yang menghubungkan lapangan lepas pantai dengan fasilitas pengolahan LNG di darat.
"Harga gasnya masih dinegosiasikan. Kalau menggunakan pipa, panjangnya sekitar 180 kilometer. Nantinya dengan fasilitas LNG dan storage, sebagian gas akan ditarik dari laut sehingga bisa dilakukan blending," ujar Bahlil.
Untuk penjualan LNG ke pasar internasional maupun industri, pemerintah akan menggunakan formulasi harga yang mengacu pada Indonesian Crude Price (ICP). Meski demikian, Bahlil menekankan proses pengolahan gas harus dilakukan di dalam negeri agar nilai tambah ekonomi, lapangan kerja, dan efek berganda dapat dinikmati Indonesia.
"LNG-nya memang akan memakai formulasi ICP. Tetapi yang saya inginkan adalah proses bahan bakunya dari sini sehingga biayanya lebih rendah, sementara multiplier effect dan nilai tambahnya terjadi di Indonesia," pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin