Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Merah Putih Rp1,8 Triliun, Ini Respons KPK
Advertisement . Scroll to see content

Anggaran Kemenkes Rp12,3 Triliun Diblokir Kemenkeu, Menkes Budi Gunadi: Lebih Baik Ditarik

Senin, 20 Juli 2026 - 15:14:00 WIB
Anggaran Kemenkes Rp12,3 Triliun Diblokir Kemenkeu, Menkes Budi Gunadi: Lebih Baik Ditarik
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap sebagian anggarannya masih diblokir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dia pun meminta Kemenkeu untuk menarik anggaran tersebut daripada tidak bisa dipakai.

Hal ini diungkapkan Budi dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Awalnya, Budi menyampaikan, tingkat serapan anggaran Kemenkes terendah dalan sejarah, yakni hanya 42,9 persen.

"Penyebabnya kenapa? Karena anggarannya dikasih itu diblokir Rp12,3 triliun. Jadi, tidak bisa dipakai anggarannya. Dikasih anggaran, tapi tidak bisa kita dipakai, ya, tidak bisa kita cairkan," ujar Budi.

Budi menambahkan, capaian serapan anggaran Kemenkes bisa menjadi tinggi jika anggaran yang terblokir dihilangkan dari pagu. Bahkan, kata dia, realisasinya mencapai 90-93 persen.

Dari total anggaran yang diblokir Kemenkeu, Budi mengatakan, sebagian besar dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kesehatan Lanjutan.

"Jadi Bapak-Ibu bisa lihat, paling banyak terjadinya itu di kesehatan lanjutan, itu blokirnya cukup besar. Kemudian di kesehatan primer juga ada order triliunan, dan Ditjen Farmasi dan Alkes, ya. Itu yang terjadi blokirnya besar-besar, sama P2P. Jadi menyebabkan kenapa realisasinya jadi rendah," kata dia.

Merujuk data Kemenkes, sedianya ada Rp6,112,6 miliar anggaran terblokir untuk pengadaan obat dan skrinning PHTC TB; Rp1.069 miliar non-quicknwin; Rp710,7 miliar PHTC PKG; Rp708 miliar BLU; Rp321,2 miliar untuk skrinning hipotiroid kongenital (SHK); Rp185,1 miliar untuk PNBP; dan Rp42,7 miliar untuk PHTC RC.

Meski dana masih terblokir, Budi mengkritik langkah Kemenkes. Menurutnya, anggaran itu lebih baik dihilangkan bila ujungnya diblokir.

"Kalau diblokir, jangan dibilang itu dikasih anggarannya dong. Lebih baik di Juni ditarik aja kalau mau. Jadi jangan seakan-akan anggarannya tinggi tapi kita nggak bisa pakai," ucapnya.

"Karena even sebagian pun penyerapan kita ada yang agak terlambat karena blokirnya baru dibuka bulan November. Sehingga ya nggak punya waktu kita untuk bisa merealisasikan anggaran tersebut," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut