Alissa Wahid: Jumlah Pembimbing Ibadah Haji Perempuan Harus Proporsional
Alissa yang pada tahun lalu bertugas sebagai anggota monitoring dan evaluasi (Monev) mengaku sempat menyampaikan ke pembimbing ibadah laki-laki mengenai persoalan ini. Namun, para pembimbing laki-laki menyatakan tidak ada masalah dengan jemaah perempuan.
"Enggak apa-apa kok, ibu-ibu bebas-bebas aja ngomong sama kami. Ya ngomong, yang enggak? memang itu tantangan juga karena pembimbing itu kan harus tenaga serbaguna diasumsikan kalau laki-laki lebih kuat," katanya.
Melihat kondisi tersebut, Alissa mengaku, telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Rekomendasinya adalah menambah jumlah pembimbing ibadah perempuan. "Jumlah jemaah haji perempuan kan lebih banyak dibandingkan jemaah laki-laki," katanya.
Alissa mengakui, pada pelaksanaan ibadah haji tahun lalu jumlah pembimbing ibadah sangat sedikit. Namun pada pelaksanaan ibadah haji 2023 sudah ada penambahan.
"Tahun lalu jumlahnya hanya 10%, sekarang sudah meningkat hampir 50%. Kalau dulu 10% sekarang sudah ditambah,” katanya.
Menurut Alissa, jumlah pembimbing ibadah haji perempuan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah jemaahnya.
"Kalau menurut saya disesuaikan dengan proporsi jemaah hajinya. Kalau jemaah haji perempuannya 52% berarti 52% dari pembimbing ibadah hajinya harusnya juga perempuan," katanya.
Editor: Faieq Hidayat