Aktivis KontraS Andrie Yunus Jalani Operasi Kelima, Penglihatan Mata Kanan Menurun
JAKARTA, iNews.id - Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus dilaporkan tengah menjalani operasi kelima di RSCM, Jakarta. Hal ini dilakukan usai Andrie mengalami penurunan penglihatan.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya menuturkan, secara keseluruhan kondisi Andrie sudah perlahan semakin stabil usai penyiraman air keras yang dialaminya. Namun, KontraS tetap khawatir pada Andrie lantaran mengalami penurunan penglihatan.
"Minta doanya juga hari ini sekitar pukul 10.00 WIB sudah berlangsung operasi kelima, tindakan kelima yang dilakukan tim dokter RSCM pada Mas Andrie. Operasi diperkirakan selesai sekitar jam 1 atau jam 2 siang," ucap Dimas kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Pasalnya, kata dia, terdapat rembesan air keras yang menipiskan dinding hingga pupil mata Andrie Yunus.
Andrie Yunus usai Disiram Air Keras: Saya akan Tetap Kuat, Panjang Umur Perjuangan!
KontraS meminta masyarakat Indonesia sama-sama mendoakan proses pemulihan dan penyembuhan Andrie agar terus berjalan dengan baik ke depannya.
"Cuma yang kami khawatirkan sesuai yang kemarin disampaikan oleh tim dokter RSCM, kondisi di mata kanannya menurun. Karena ada rembesan air keras yang itu sudah menipiskan dinding mata, dinding bola mata atau pupil milik Mas Andri, terutama di mata kanan. Jadi prosesnya masih dirawat juga di High Care Unit Rumah Sakit Cipto Mangkusumo," tuturnya.
Aktivis HAM Desak Penegak Hukum Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
"Kita doakan tim Rumah Sakit Cipto Mangkusumo juga bisa melakukan kerja-kerja pemulihan dan juga kerja-kerja medis dengan cepat tanggap dan efektif," tuturnya.
Diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
Belakangan, TNI telah menetapkan empat anggotanya yang diduga pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus sebagai tersangka. Keempatnya yakni NDP, SL, BHW, dan ES.
NDP berpangkat kapten. Sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu (lettu) dan ES berpangkat sersan dua (serda).
Mereka bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Editor: Aditya Pratama