Airlangga Sebut Tarif Impor 19 Persen Final: Lebih Rendah dari Negara ASEAN
Dalam konteks tarif masuk berdasarkan skema Most Favoured Nation (MFN), Airlangga menyebutkan bahwa dari total 11.555 pos tarif yang berlaku antara Indonesia dan AS, sekitar 12 persen telah memiliki bea masuk nol persen, dan sekitar 47 persen memiliki bea masuk sebesar 5 persen.
“Amerika sejauh ini sudah mendapat 60 persen bea masuk di bawah 5 persen,” kata dia.
Dengan perjanjian yang baru disepakati, pemerintah berupaya memperluas cakupan produk Indonesia yang mendapatkan bea masuk nol persen ke pasar AS, sejalan dengan skema serupa dalam kerja sama dagang Indonesia dengan berbagai mitra strategis seperti ASEAN, China, Jepang, Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Airlangga juga menekankan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah menyelesaikan hambatan non-tarif (non-tariff barriers), yang selama ini menjadi kendala utama perdagangan bilateral. Penyelesaian tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan joint statement yang jadwalnya akan diumumkan kemudian.
Terkait dengan pembelian produk dari AS, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia selama ini telah mengimpor sejumlah komoditas dari negara tersebut, termasuk energi, gandum (wheat), dan kedelai (soybean).