AHY Ungkap Biang Kerok Banjir Jabodetabek: Sampah hingga Penyalahgunaan Lahan!
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai solusi infrastruktur. AHY menyebut pembangunan bendungan, termasuk bendungan kering di Ciawi dan Sukamahi, serta normalisasi sungai menjadi langkah penting dalam pengendalian banjir.
Menurutnya, kapasitas sungai juga perlu ditingkatkan agar mampu menampung debit air lebih besar. Saat ini kapasitas aliran yang ada dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.
"Kita pastikan sungainya terus dilakukan normalisasi jangan sampai terjadi pendangkalan. Lebarnya pun harus ditambah agar bisa mengakomodasi paling tidak lima ratus tujuh puluh meter kubik per detik dari kondisi existing hari ini hanya sekitar dua ratus meter kubik per detik. Ini perlu penanganan infrastruktur," katanya.
AHY menambahkan, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Dia menilai pembangunan infrastruktur tidak akan efektif tanpa adanya kesadaran publik untuk menjaga kebersihan sungai.
"Pada akhirnya di atas segalanya, seberapa pun pemerintah hadir dengan infrastruktur, tapi tidak mungkin ini bisa langgeng, tidak mungkin ini bisa berkelanjutan jika belum terbangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di kali, di sungai," ucap AHY.
Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat edukasi dan penegakan aturan terkait pengelolaan sampah demi mencegah masalah banjir terus berulang.
"Karena kalau dibiarkan, ada yang membuang sampah dibiarkan, ya hari ini sampah hanya satu bongkah, lama-lama menggunung. Dan perlu effort yang luar biasa untuk bisa mengembalikan kepada kondisi awal," katanya.
Editor: Reza Fajri