Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rismon Minta Maaf, Relawan Jokowi: Dia Menyadari Kesalahannya
Advertisement . Scroll to see content

Ade Darmawan Sebut Rismon Sianipar Kembali ke Jalan yang Benar, Ini Penjelasannya

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:25:00 WIB
Ade Darmawan Sebut Rismon Sianipar Kembali ke Jalan yang Benar, Ini Penjelasannya
Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan menyebut restorative justice yang diajukan Rismon Sianipar sebagai langkah kembali ke jalan yang benar. (Foto: Tangkapan Layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan menyebut restorative justice yang diajukan salah satu tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar sebagai langkah kembali ke jalan yang benar.

Ade menyoroti penelitian yang dilakukan Rismon dalam buku Jokowi's White Paper terkait ijazah Jokowi telah menjadi persoalan karena diteliti dengan sangat detail. Namun, dia merasa penelitian Rismon tersebut masih ada kekurangan pada data primernya.

"Saya melihat memang penelitiannya dilaksanakan sama Bang Rismon, namun pada saat dia pada saat melakukan penelitian ada yang kurang, yaitu terkait data primernya," kata Ade dalam acara Rakyat Bersuara bertajuk Rismon Balik Arah, Roy Suryo Cs Terbelah yang disiarkan di iNews, Selasa (17/3/2026). 

Dia menyebut, jika penelitian ijazah Jokowi berdasarkan foto salinan dokumen yang diunggah Politisi PSI, Dian Sandi Utama, maka hal itu jelas menimbulkan fitnah.

"Tetapi ketika kita berbicara penelitian terus ditemukan bahwa ada hasil yang berbeda dan dia berbalik arah kembali ke jalan yang benar, saya rasa kenapa kita harus pusing? Toh Bang Roy juga berbeda penelitiannya, tidak melalui digital forensik," ujarnya.

Ade pun menyebut langkah Rismon Sianipar yang sudah kembali ke jalan yang benar dengan mengajukan restorative justice, karena mengakui ada kesalahan dalam penelitian ijazah Jokowi.

"Bahwa bang Rismon kembali ke jalan yang benar kita apresiasi bahwa ada sesuatu yang dianggap ada yang salah. Nah itu lah peneliti, bisa salah, tapi tidak boleh melanggar hukum. Saya sering berjumpa beliau saat berdiskusi juga, apa itu sudah benar? di mana data primernya? Itu yang selalu kami tanyakan," ucap Ade.

Ade pun mengaku tidak memiliki nyali sebesar Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang meneliti ijazah Jokowi tanpa memiliki data primer.

"Sampai sekarang pun saya tidak memiliki nyali sebesar Mas Roy, (Dokter) Tifa, yang saat ini tidak ada Rismon, kenapa? Saya selalu menyampaikan kepada publik ini dugaan, ga berani saya, dasarnya tidak ada. Saya tidak pernah melihat ijazah aslinya, saya teliti fotocopy-an, terus saya pastikan ini palsu, kan konyol. Ini menurut saya yang membuat Bang Rismon kembali ke jalan yang benar," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut