7 Sistem Ekonomi: Pengertian, Fungsi, Faktor, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangannya
Dalam sistem ekonomi sosialis, negara memiliki peranan penting untuk kehidupan ekonomi yang di mana seluruh kekayaan dimiliki dan diselenggarakan oleh negara. Sistem ini mengikuti pemikiran Karl Mark yang dilatarbelakangi oleh nasib kaum buruh yang menyedihkan sebagai akibat ulah para kapitalis.
Karl Mark berpendapat bahwa keadaan masyarakat tidak dapat diperbaiki secara tambal sulam, akan tetapi harus diubah secara radikal melalui perubahan dalam sendi-sendi kehidupan.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Sosialis
-Sistem harga tidak bebas.
-Tenaga kerja dianggap sebagai pekerja negara.
-Pemerintah membatasi kebebasan individu untuk melakukan kegiatan usaha.
-Negara mempunyai peran yang sangat penting dalam kegiatan perekonomian, yaitu mengenai jenis pekerjaan dan pembagian kerja.
-Kepemilikan perseorangan atas modal dan alat-alat produksi tidak diakui oleh negara.
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis
-Pemerintah dapat menentukan jenis-jenis produksi.
-Pemerintah mengatur distribusi barang-barang produksi.
-Pemerintah mudah melaksanakan pengendalian dan pengawasan.
-Tidak terdapat jurang pemisah antara kaya dan miskin.
-Tumbuhnya rasa kebersamaan yang kuat antara sesama anggota masyarakat.
Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis
-Beban kerja pemerintah menjadi semakin berat.
-Dalam kegiatan perekonomian pemerintah dan aparat menduduki posisi yang paling dominan.
-Hak milik perorangan tidak ada kecuali barang-barang yang sudah dibagikan.
-Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga tidak berkembang.
-Sistem ini bersifat materialistis, seperti apa yang dikatakan oleh pemerintah selalu benar hingga rakyat berkewajiban untuk mematuhinya.
Sistem ekonomi campuran adalah perpaduan antara sistem ekonomi liberal atau pasar dengan sistem ekonomi sosialis. Pada sistem ekonomi campuran, pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak masyarakat masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran
-Adanya persaingan, tetapi masih terdapat kontrol dari pemerintah.
-Hak milik swasta atau masyarakat atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
-Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
-Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran
-Kestabilan ekonomi terjamin dan pemerintah dapat memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha menengah dan kecil.
-Adanya kebebasan berusaha untuk dapat mendorong kreativitas individu.
Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran
-Sulit menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan masyarakat.
-Sulit menentukan batas antara sumber produksi yang dapat dikuasai oleh pemerintah dan masyarakat.
6. Sistem Ekonomi Demokrasi
Sistem ekonomi demokrasi adalah salah satu sistem ekonomi yang dianut oleh negara Indonesia. Sistem ekonomi Indonesia ini diartikan sebagai suatu sistem perekonomian yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Dalam sistem ini, pemerintah dan seluruh rakyat dari seluruh golongan aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa.
Kelebihan Sistem Ekonomi Demokrasi
-Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta memiliki hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
-Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
-Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.
-Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
-Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
-Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
-Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
Kekurangan Sistem Ekonomi Demokrasi
-Sistem free fight liberalism, artinya sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
-Sistem etatisme, artinya negara beserta aparatur ekonomi negara memiliki sifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi maupun daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
-Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
Sistem ekonomi kerakyatan dilaksanakan oleh pemerintah dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/199, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan
Sistem ini diberlakukan sejak tahun 1998. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakat yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, dan pemerintah yang menciptakan iklim yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan dalam dunia usaha.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan
-Memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
-Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
-Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
-Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
-Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
Itulah 7 sistem ekonomi yang dapat kamu pelajari. Bagaimana jadi kamu sudah paham apa saja sistem ekonomi yang ada di dunia dan ciri-cirinya? Semoga bermanfaat ya!
Editor: Puti Aini Yasmin