7 Hari 74 Terduga Teroris Ditangkap, 14 Tewas Ditembak
JAKARTA, iNews.id – Rangkaian teror bom bunuh diri mengguncang Surabaya dan Sidoarjo pekan lalu. Belasan orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Sejak ledakan bom di gereja itu, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri melakukan rentetan penangkapan di berbagai tempat.
Terhitung sejak 13-20 Mei 2018 atau 7 hari sejak ledakan bom di tiga gereja Surabaya, 74 orang terduga teroris ditangkap. Perincian penangkapan tersebut dipublikasikan Divisi Humas Mabes Polri melalui akun resmi media sosial mereka. Dari 74 orang, 14 tewas ditembak karena diklaim melawan saat hendak ditangkap.
Serangkaian penangkapan tersebut yakni, Jawa Timur 31 orang (4 tewas), Banten dan DKI Jakarta (2 tewas), Lampung 4 orang, Jawa Barat 8 orang (4 tewas), Sumatera Utara 6 orang, dan Riau 9 orang (4 tewas).
Bom meledak di Gereja Maria Tak Bercela Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuno, Surabaya, Minggu (13/5/2018). Belum selesai penyidikan, ledakan bom bunuh diri juga terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, malam harinya.
Teror belum usai. Keesokan harinya, ledakan bom terjadi di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya. Dari tiga peristiwa ini, masing-masing dilakukan keluarga. Kasus penyerangan oleh terduga teroris juga berlangsung di Mapolda Riau, Pekanbaru, Rabu (16/5/2018).