7 Cerita Pahlawan Indonesia dan Perjuangannya yang Menginspirasi
Budi Utomo juga menjadi tempat untuk membebaskan rakyat dari penderitaan pemerintah kolonial dengan meningkatkan pendidikan dan semangat anti kolonialisme. Selain mendirikan Budi Utomo, Soetomo juga pergi ke Belanda untuk memperdalam ilmu.
Di sana, ia bergabung dalam Perhimpunan Indonesia dan memberikan informasi untuk pergerakan nasional. Kemudian setelah kembali ke Indonesia, ia mendirikan Indonesische Studie Club (ISC) yang digunakan sebagai wadah bagi kaum terpelajar. Ia pun banyak berkontribusi dalam upaya meraih kemerdekaan Indonesia.
Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pada zaman sebelum kemerdekaan. Ki Hajar Dewantara memandang politik pemerintah Hindia-Belanda sangat diskriminatif terhadap pemuda bangsa.
Oleh karena itu, ia berupaya untuk memperjuangkan hak kesetaraan kaum bumi putera dengan kaum penjajah. Ki Hajar Dewantara mendirikan National Onderwijs Institut Taman Siswa atau Sekolah Taman Siswa.
Lembaga yang memiliki semboyan "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani" itu kemudian menjadi dasar bagi sistem pendidikan nasional di Tanah Air. Tanggal lahir Ki Hajar Dewantara, yakni 2 Mei pun dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia.