Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selain Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota Diduga Lakukan Penyimpangan Seksual
Advertisement . Scroll to see content

6 Fakta Hasyim Asy'ari Dipecat sebagai Ketua KPU, Nomor 5 Bikin Geleng-Geleng Kepala

Kamis, 04 Juli 2024 - 10:48:00 WIB
6 Fakta Hasyim Asy'ari Dipecat sebagai Ketua KPU, Nomor 5 Bikin Geleng-Geleng Kepala
Hasyim Asy"ari disanksi pemecatan dari Ketua KPU oleh DKPP. (Foto: Achmad Al Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

Setelah acara selesai, Hasyim bersama Vincent, Desta, Betty, dan Boiyen melakukan swavideo yang berisi ucapan sukses dan harapan lancarnya pelaksanaan pemilu di luar negeri.

3. Isi WA Hasyim Asya'ri ke Anggota PPLN Belanda soal Celana Dalam

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menilai pesan singkat Hasyim Asy'ari kepada anggota PPLN Den Haag, Belanda berinisial CAT tidak patut. Isi pesan whatsApp Hasyim tidak pantas disampaikan.
 
Pesan singkat itu berawal ketika rencana Hasyim menghadiri kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Pemilu 2024 di Den Haag. Kemudian, terjadi komunikasi yang intens antara Hasyim dengan CAT.
Dalam komunikasi tersebut, CAT meminta tolong kepada Hasyim agar saat kunjungan ke Belanda membawakan barang yang ketinggalan di Jakarta.

"Kemudian teradu (Hasyim Asy'ari) menyanggupi permintaan pengadu dan mengirimkan daftar barang titipan pengadu berupa satu rompi PPLN, satu potong baju, satu potong CD dan dua paks cwi mie," kata anggota Majelis DKPP, Ratna Dewi Petalollo dalam sidang putusan DKPP, Rabu (3/7/2024).

Terhadap pesan tersebut, CAT menanyakan apa yang dimaksud dengan CD tersebut. Padahal, barang tersebut tidak termasuk barang yang dititipkannya.

Isi chat teradu yang menuliskan CD adalah celana dalam, menurut DKPP tidak patut dibicarakan, mengingat status teradu sebagai atasan dari pengadu. Teradu juga sudah berkeluarga. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut