Contoh Teks Pidato 17 Agustus, Bakar Semangat Kebangsaan
Indonesia yang kaya akan budaya, etnik, ras, agama dan golongan bukanlah titik masalah. Namun, yang kita butuhkan adalah rasa kesatuan dan toleransi. Ayo kita generasi selanjutnya kita validasikan arti kata merdeka sekali lagi di Indonesia. Dan mensyukuri nikmat kemerdekaan.
“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”
Terima kasih.
Selamat pagi hadirin sekalian,
Sebelum saya memulai pidato saya, saya ingin bertanya terlebih dahulu. Apakah di sini ada yang merasa dirinya tidak bebas? Atau mungkin hidup seperti dipaksa? Dipaksa untuk beribadah, dipaksa untuk kerja yang tidak sesuai keinginan, atau bahkan dipaksa pacaran dengan seseorang yang bukan pujaan hati kita?
Hati-hati, mungkin kalian sedang diimperialisasi oleh orang lain atau diri kalian sendiri. Ya, pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato tentang kolonialisme dan imperialisme.
Seperti yang saya umpamakan tadi, imperialisme adalah menguasai dengan paksaan. Menguasai di sini bisa dalam bidang ekonomi, agama, hukum, pemerintahan, hingga hubungan interpersonal orang. Syaratnya adalah memaksa.
Sedangkan kolonialisme adalah bagian dari imperialisme. Pecahan atau bagian kecil dari imperialisme. Mudahnya, kalau tiga negara dikuasai oleh satu pihak itu imperialisme, nah satu negara itu ialah kolonialisme. Cara mengurus koloninya tergantung pada pemerintah kolonial daerah tersebut.