5 Contoh Cerita Pendek Singkat Terbaik, Ada Pendidikan hingga Persahabatan
"Yuk, pulang. Ternyata di sini banyak sekali ikannya. Besok-besok kita ke sini lagi," ajak Kikin sambil mengemasi perlengkapan mereka. Badi tidak bersuara. Dia ingin cepat cepat pulang. Dia tidak suka mendengar bunyi gesekan daun-daun rumbia itu. Seperti bunyi orang bertepuk tangan! Sebelum pulang, Kikin mengajak mereka ke pancuran dulu untuk membersihkan kaki dari lumpur.
"Kita langsung pulang saja," kata Badi pucat. Dia teringat cerita Nenek Bibah, kalau di pancuran itu pernah ada orang berjubah putih.
"Kenapa?" tanya Kikin. "Kita kan kotor sekali, belepotan lumpur." "Nekek Bibah bilang ada orang berjubah putih di pancuran ini," ujar Badi setengah berbisik.
"Mudah-mudahan sekarang tidak ada," balas Rinu tersenyum mengejek. Kemudian, dia mencuci muka, tangan, kaki, serta jaring dari kotoran lumpur. "Brrr, airnya dingin sekali!" seru Kikin yang juga mencuci kakinya. Namun, Badi tidak melakukan apa-apa. Matanya bergerak kian kemari. Mengawasi sekeliling pancuran yang ditumbuhi rumpun bambu, pohon-pohon liar, dan semak-semak.
Ketika mereka hendak meninggalkan pancuran, Badi nyaris menjerit. Ia melihat sosok putih di atas sebuah batu besar. Entah sejak kapan dia ada di situ. "Kin, Nu, kalian melihat sosok itu?" tanya Badi dengan suara bergetar.