456 Petugas KPPS Gugur, Kumpulan Dokter Spesialis Desak Bentuk TGPF
Dia mengusulkan, Komisi Pemilihaan Umum (KPU) memundurkan jadwal pengumuman Pemilu 2019, jika jumlah petugas KPPS yang gugur terus bertambah. Alasannya, agar semua pihak lebih mempriotiaskan permalasahan bertambahnya korban jiwa.
"Kami berpikir kalau memang korban bertambah karena masalah kemanusiaan dan proritas mungkin schedule pemilu ini bisa tidak harus dilanjutkan untuk mengurus korban korban ini, karena kami indikasinya akan bertambah, jadi implikasinya begitu kalau perlu dihentikan sementara ini skala prioritas semua pihak yang mengaku berpancasila," ujar dokter Zulkifli.
Dokter Bakta Iswara mengaku prihatin banyaknya korban jiwa dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Saking banyaknya, kumpulan dokter spesialis menyebutnya sebagai bencana kesehatan nasional.
"Sehubungan kejadian banyaknya korban jatuh, baik sakit maupun meninggal dunia yang menimpa petugas KPPS, pengawas pemilu, dan anggota Polri, maka kami Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa menyatakan ini sebagai 'Bencana Kesehatan Nasional'," katanya.
Pernyataan Sikap
Komunitas Kesehatan Peduli Bangsa yang didampingi kuasa hukum Elza Syarief turut membacakan pernyataan sikap. Berikut isinya: