4 Contoh Teks Argumentasi tentang Talas
Jenis esculenta mempunyai umbi tunggal, sedangkan jenis antiquorum atau dikenal dengan talas Jepang, memiliki umbi induk dan umbi-umbi cabang, seperti umbi kimpul atau balitung (Xanthosoma spp.). Beberapa kultivar talas yang berkembang di Indonesia adalah kultivar-kultivar yang berkembang di sekitar Bogor (Jawa Barat), yaitu: talas Bentul, Ketan, Pandan, Sutera, dan Lampung.
Talas berpeluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku pangan dan industri di Indonesia serta berpeluang untuk diekspor ke Jepang. Talas memiliki kandungan karbohidrat tinggi, protein, mineral, vitamin, mengandung granula pati rendah dan mudah dicerna, sehingga baik untuk kesehatan pencernaan dan aman dikonsumsi oleh balita. Protein kolagen talas juga baik untuk kesehatan kulit, sehingga sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik.
Potensi Talas (Colocasia esculenta) di antaranya dapat menjadi pangan olahan seperti keripik dan stik talas, tepung talas, serta ekstrak tepung talas mengandung bioaktif polisakarida larut air (PLA) DP4 72,35% dan DP5 HPLC 87,98% guna mengatasi penyakit degeneratif. Talas juga memiliki potensi Industri karena mengandung 13–29% pati, kadar air 63–85%, dan beberapa residu seperti riboflavin, vitamin C.
Pati talas mempunyai kemampuan mengembang dan viskositas yang tinggi serta dapat membentuk struktur gel halus karena ukuran granul yang kecil. Kandungan karbohidrat talas cukup tinggi, sehingga talas sangat berpotensi sebagai salah satu alternatif untuk bahan baku pembuatan etanol.
Umbi talas Jepang mengandung senyawa polifenol, vitamin C, vitamin A, monogliserida, besi, tanin, saponin, dan kolagen. Kandungan kolagen berpotensi sebagai anti-aging, digunakan untuk pembuatan kosmetik dan sabun kecantikan, yang mana saat ini mulai banyak menarik perhatian para peneliti untuk mengembangkan formulasi berupa mikroemulsi untuk meningkatkan kemampuan penetrasi ke dalam kulit