Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Tanah Bergerak di Cilacap, Jalan dan Rumah Warga Rusak
Advertisement . Scroll to see content

3M dan Vaksinasi Mesti Berjalan Seiring

Sabtu, 12 Desember 2020 - 16:19:00 WIB
3M dan Vaksinasi Mesti Berjalan Seiring
Ilustrasi. (Foto BNPB).
Advertisement . Scroll to see content

“Untuk semua masyarakat yang masih abai dengan 3M, tolong jangan egois karena kita tidak pernah tahu kapan bertemu orang yang imunitasnya sedang rentan. Kita tidak pernah sadar bahwa kita membawa virus kepada yang lebih tua atau muda. Jadi, jangan egois dan patuhi protokol 3M,” pesannya.

Pengidap Penyakit Tidak Menular Paling Rentan

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie mengingatkan bahwa semua orang yang mengidap penyakit tidak menular (PTM) meliputi penyakit hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, asma, talasemia, dan sebagainya untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penularan Covid-19 . Di masa pandemi, penyakit ini menjadi pembunuh terbesar dan pembiayaan kesehatan tertinggi.

“Penyakit ini kita ketahui disebabkan oleh metabolik, gangguan lingkungan dan perilaku individu. Di masa pandemi juga penyakit ini menjadi komorbid atau penyakit penyerta Covid-19 dengan kematian yang cukup tinggi. Penyakit tidak menular ini sering juga disebut sebagai the silent killer,” ungkapnya pada webinar kesehatan perempuan Indonesia ”Cerdik Keluarga Sehat, Cegah Penyakit Tidak Menular Cegah Komorbid Covid-19” kemarin.

Orang dengan penyakit penyerta ini rentan terinfeksi di masa pandemi Covid-19 karena semuanya bermuara pada rendahnya fungsi kekebalan tubuh. Apalagi, penyakit tidak menular ketika sudah diidap oleh seseorang biasanya akan bersifat permanen dan pengidapnya akan mengalami gangguan fungsi organ tubuh. “Sering kali diimbau kepada orang-orang yang memiliki penyakit penyerta di masa pandemi untuk tetap berada di rumah. Tidak perlu keluar apabila tidak perlu, terapkan protokol kesehatan,” katanya.

Cut mengungkapkan, angka kematian komorbid pada masa pandemi ini cukup memprihatinkan. Penderita hipertensi sekitar 11,8 persen meninggal dengan perburukan karena terinfeksi. Penderita diabetes 10,5 persen, diikuti penyakit jantung 6,7 persen, penyakit ginjal 3 persen, paru kronik 2,3 persen, kanker 0,5 persen dan sebagainya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut