3 Khotbah Malam Tahun Baru 2025 Penuh Semangat, Renungan dan Harapan
Pembaharuan Budi
Nasihat kedua ialah pembaharuan budi yang bisa diartikan sebagai pembaharuan pribadi, penjelmaan menjadi manusia yang berbudi baru. Kata berubah sesuai dengan kata aslinya, metamorphose, lebih tepat disebut sebagai menjelma dalam arti menjadi baru. Adapun kata budi dapat diterjemahkan sebagai: pikiran, sikap, perhatian, niat, pengertian, dan akal. Dengan demikian, gagasan dalam nasihat yang kedua itu adalah penjelmaan dari pikiran, sikap, niat, akal, pengertian yang lama ke pikiran, sikap, niat, akal dan pengertian yang baru. Gagasan yang sama pernah diminta oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus menulis: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5 : 17
Tanpa perubahan budi, tidak mungkin kita dapat mengenal apa kehendak Allah. Dengan perkataan lain, selama budi kita masih sama dengan dunia, selama itu pula kita tidak mengenal kehendak Allah bagi kita.
Bpk/Ibu sahabat muda yang dikasihi Tuhan, pergantian Tahun seharusnya membawa perubahan dalam pikiran, sikap, niat, akal dan pengertian kita. Kehendak Allah bagi kita adalah keserupaan dengan Kristus, bukan keserupaan dengan dunia ini. Keserupaan dengan Kristus itu adalah satu proses yang harus berlangsung dari hari ke hari.
Pelayanan Kasih Karunia
Mempersembahkan tubuh dan pembaharuan budi akan membawa kita masuk dan menerima pelayanan kasih karunia. Tubuh yang sudah dipersembahkan dan budi yang sudah diubahkan itu merupakan satu kesatuan kehidupan kita yang siap dipakai dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Kata kunci untuk bagian ini adalah Lakukanlah, apa yang harus dilakukan? Dalam Roma 12 : 4 dikatakan: ” Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama.” Dengan demikian yang harus dilakukan tidak lain adalah tugas, kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai penerima kemurahan Tuhan berdasarkan karunia masing-masing, yang artiya pelayanan kasih karunia itu adalah pelayanan yang wajib, rutin, atau harian bagi setiap kita sebagai orang percaya berdasarkan karunia/ talenta masing-masing.
Setiap kita diberi karunia yang berbeda-beda. Fungsi kita dalam pelayanan pun berbeda-beda. Jadi, lakukanlah pelayanan dari tiap-tiap karunia yang sudah Tuhan berikan kepada kita dengan memiliki Roh yang menyala-nyala.
TAHUN 2022 adalah Tahun Paradigma yang Baru
Akhir dari khotbah awal tahun saya, mari kita memperhatikan Firman Tuhan, setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban atas diri kita kepada Allah (Roma 14:12). Kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus untuk memperoleh apa yang harus diterima, sesuai dengan yang kita lakukan, baik atau jahat (2 Korintus 5:10) Tuhan Yesus berkata: “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalas kepada setiap orang menurut perbuatannya. (Wahyu 22: 12).