3 Khotbah Malam Tahun Baru 2025 Penuh Semangat, Renungan dan Harapan
Sesuai Filipi 3 : 7 - 9, titik tolak perubahan paradigma Paulus terkait masa lalunya adalah karena pengenalan akan Kristus. Orang yang berjumpa dengan Yesus seharusnya mengalami perubahan paradigma. Artinya, memiliki paradigma yang baru. Sesuai Filipi 3 : 13 - 14, yang merupakan ayat emas kita, Paulus melupakan apa yang di belakangnya, dan mengarahkan diri pada apa yang di depannya, serta berlari-lari kepada tujuan. Artinya, mengejar sekalipun menderita untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Kita tidak hanya masuk surga, tetapi juga menerima hadiah berupa mahkota. Karena itu, mari respons ajakan untuk memiliki dan menghidupi paradigma yang baru.
Memiliki paradigma yang baru dalam mengikut Tuhan adalah sebuah keharusan. Tinggalkan cara hidup yang lama jika mengikut Tuhan. Cara hidup ataupun paradigma yang lama termasuk pola pikir, tutur kata, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari harus mengalami perubahan. Orang Kristen yang sudah lahir baru, tetapi masih pakai paradigma lama, perlu bertobat !
Apa yang Alkitab Katakan Tentang Paradigma yang Baru ?
Roma 12 : 2, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apakah yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Dalam bahasa Yunani, kata 'budi' adalah 'nous' yang berarti pikiran, akal budi, pola pikir atau mindset yang artinya sama dengan paradigma. Tuhan menghendaki kita memiliki pikiran atau paradigma yang baru supaya tidak lagi sama dengan orang-orang dunia, melainkan mengerti kehendak Allah.
Sebelum bertobat, pasti pola pikir dan cara hidup kita sama dengan dunia. Tinggalkanlah, dan masuk dalam paradigma yang baru. Sebab, paradigma lama akan menghambat kita mengerti dan melakukan kehendak Allah pada zaman ini. Bagaimana supaya memiliki pola pikir atau paradigma yang baru ? Melalui firman Allah dan Roh Kudus. Baca Alkitab setiap hari, renungkan, lakukan, bersaksi, dan selalu berkata, "Penuhi kami dengan Roh-Mu, ya Tuhan. Biarlah kami dituntun dengan firman dan Roh-Mu."
Akhirnya, paradigma yang lama, yaitu pola pikir duniawi yang berdampak pada kehidupan duniawi akan berujung ke kebinasaan dan hilang keselamatan. Karena itu, miliki dan hidupi paradigma yang baru, serupa dengan Yesus, berintegritas, mencari dan memikirkan perkara-perkara surgawi, bukannya yang di bumi. Sehingga, saat Tuhan Yesus kelak datang kembali dan menjemput kita gereja-Nya di awan-awan permai, kita akan diangkat dan masuk surga, serta bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya. Selama-lamanya.