22.655 Warga Terdampak Banjir Bandang Bolaang Mongondow Selatan, 29 Rumah Hanyut
JAKARTA, iNews.id – Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan sebanyak 7.046 KK (kepala keluarga) atau 22.655 jiwa terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.
Jumlah itu diperoleh berdasarkan data yang diperbarui Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (2/8/2020) pukul 19.00 WIB.
Adapun keseluruhan warga yang terdampak tersebut terbagi di tujuh wilayah kecamatan meliputi Kecamatan Bolaang Uki sebanyak 2.978 KK atau 9.715 jiwa; Kecamatan Helumo 225 KK atau 861 jiwa; Kecamatan Tomini 62 KK atau 250 jiwa, dan; Kecamatan Posigadan 154 KK atau 636 jiwa.
Kemudian, di Kecamatan Pinolosian ada 1.749 KK atau 5.980 jiwa; Kecamatan Pinolosian Tengah 925 KK atau 1.729 jiwa, dan; Kecamatan Pinolosian Timur ada sebanyak 953 KK atau 3.494 jiwa.
Curah Hujan Tinggi, Bolaang Mongondow Selatan Dilanda Banjir
Bencana alam yang berlangsung sejak Jumat (31/7/2020) itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Cuaca ekstrem itu menyebabkan beberapa sungai besar meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga.
Berdasarkan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, beberapa sungai yang meluap tersebut meliputi Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa sungai lainnya.
Curah Hujan Tinggi, Tanah Longsor Terjadi di Bolaang Mongondow Timur
“Kendati sebagian besar sudah surut, namun air dapat kembali naik apabila hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam periode yang cukup lama,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/8/2020) pagi.