15 Polisi Meninggal saat Amankan Pemilu 2019 Dapat Kenaikan Pangkat
"Makanya sebagian besar yang meninggal kan di luar Jawa, kalau yang di Jawa disebabkan kecelakaan lalu lintas, dari Polsek menuju TPS, kemudian dari TPS menujuk ke PPK. Kalau di luar Jawa kondisi geografisnya kan cukup jauh, dan menyulitkan. (Paling banyak) NTT, Kalimantan, NTB, Sulsel. Daerahnya sulit terjangkau," tuturnya.
Dalam pengamanan Pemilu 2019, dia menambahkan, anggotanya memiliki sistem pergantian. Dalam sistem pengamanan TPS, anggota polisi yang diutus dalam menjalankan tugas sesuai dengan kriteria kerawanan, mulai dari yang kurang rawan, rawan, dan sangat rawan.
"Mereka bertanggung jawab di TPS yang menjadi floating mereka. Itu saja mereka harus betul-betul menguasai dan mengamankan TPS di mana dia akan melaksanakan tugas pengamanan," ujar Dedi.
Berikut nama-nama 15 polisi yang gugur tersebut:
1. Aiptu M Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi, gugur karena kelelahan setelah mengawal distribusi kotak suara.
2. Aiptu M Supri, anggota Polsek Krian, Sidoarjo, gugur saat melaksanakan pengamanan di TPS 21 di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.