Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : iReporter Bikin Mahasiswa UNS Ketagihan Live Report Depan Kamera di iNews Media Group Campus Connect
Advertisement . Scroll to see content

Wartawan Jadi Guru Dadakan dan Ngajar di PAUD, Cara Lain BRI Tebar Inspirasi lewat Pendidikan

Minggu, 29 Januari 2023 - 13:10:00 WIB
Wartawan Jadi Guru Dadakan dan Ngajar di PAUD, Cara Lain BRI Tebar Inspirasi lewat Pendidikan
Jurnalis dari Sportstars.id, Abdul Haris, dan wartawan Republika, Subroto, mengajar anak-anak PAUD di Madrasah Ibtidaiyah al-Badriyah, Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/1/2023). (Foto: iNews.id/Ahmad Islamy Jamil)
Advertisement . Scroll to see content

Begitulah secuil gambaran dari program “Jurnalis BRI Mengajar” di Desa Gunung Geulis, Sabtu kemarin. Program tersebut sebagai bentuk partisipasi jurnalis bersama Bank BRI untuk turut andil dalam memajukan bidang pendidikan di Indonesia. Kegiatan itu menjadi bagian dari program CSR (corporate social responsibility) “Ini... Sekolahku!!!” BRI Peduli yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Madrasah Ibtidaiyah al-Badriyah terdiri atas enam ruang kelas SD dan satu ruang kelas pendidikan anak usia dini (PAUD). Tampilan sekolah itu tampak begitu sederhana. Beberapa bagian bangunannya belum rampung dikerjakan. Hampir semua ruang kelasnya belum terpasangi kaca jendela.

“Di sini tidak ada ruang guru. Kalau guru-guru mau rapat, berkumpulnya ya di rumah saya. Saya tinggal di dekat sini,” kata Kepala MI al-Badriyah, Muhammad Mubarok, kepada wartawan saat dijumpai di lokasi, kemarin.

Senior Manager CSR BRI, M Ganjar Nugraha, menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada salah satu murid MI al-Badriyah Gunung Geulis, Bogor, Sabtu (28/1/2023). (Foto: Dok. BRI)
Senior Manager CSR BRI, M Ganjar Nugraha, menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada salah satu murid MI al-Badriyah Gunung Geulis, Bogor, Sabtu (28/1/2023). (Foto: Dok. BRI)

MI al-Badriyah dikelola oleh Yayasan Pendidikan al-Badriyah. Lokasi lembaga pendidikan itu tidak jauh dari kawasan hunian dan wisata elite yang dikembangkan oleh salah satu raksasa pengembang properti di Indonesia. Sayangnya, kondisi masyarakat sekitar Gunung Geulis masih sangat kontras dengan kemewahan yang ditawarkan oleh pihak pengembang tersebut.

“Di kampung ini masih banyak anak putus sekolah. Kadang selepas SD, mereka tidak bisa lanjut ke SMP,” ungkap Mubarok.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut