Tutup Jalan Warga di Ciledug dengan Pagar Beton, Ahli Waris Klaim Tak Salah
"Untuk memperbaikinya, Pak Ruli datang ke sini, termasuk dengan membawa alat untuk merapihkan. Saat itulah dia bertemu dengan Bu Yanti, ditanyakan dijawab tidak tahu apa-apa. Itu yang bikin kesal. Setelah itu saya tidak tahu lagi," katanya.
Sementara itu, istri almarhum Munir, Hadiyanti yang ditemui disela pembongkaran pagar mengatakan, saat beli lelang, depan jalan yang dipagar itu bertuliskan fasum. Sesuai dengan data dari BPN. Dia membantah, memasukan tanah itu untuk dijual.
"Ya, pernah mau dijual. Tetapi, kita jual karena faktor sertifikat, seluas 1080 meter persegi. Pasti ada jalan gak mungkin gak ada jalan. Disertifikat, di depan jalan itu tulisannya fasum. Itu data BPN," katanya
Editor: Muhammad Fida Ul Haq