Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Awas Macet! Peringatan May Day 2026 Digelar Hari Ini di Monas
Advertisement . Scroll to see content

Sejarah Jalan TB Simatupang: dari Kebun Tebu Era Kolonial Jadi Jalan dengan Macet Terparah di Jakarta

Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:39:00 WIB
Sejarah Jalan TB Simatupang: dari Kebun Tebu Era Kolonial Jadi Jalan dengan Macet Terparah di Jakarta
Sejarah Jalan TB Simatupang. Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan imbas proyek pemasangan pipa air limbah akan terjadi mulai Juli hingga Oktober 2025 mendatang. (Foto: X @ramedonih/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -  Sejarah Jalan TB Simatupang bukan hanya sekadar kisah pembangunan infrastruktur, melainkan juga refleksi perubahan fungsi dan dinamika urban Jakarta. Jalan sepanjang lebih dari 10 km ini kerap menjadi sorotan publik karena kemacetannya yang sering viral di media sosial. 

Kondisi padat kendaraan pada jam-jam sibuk, bahkan hingga larut malam, menjadikan TB Simatupang sebagai salah satu ikon kemacetan Jakarta. Namun di balik citra jalan yang penuh macet itu, terdapat perjalanan sejarah yang kaya dan sarat makna, baik dari sisi perencanaan kota, penghormatan terhadap tokoh nasional, hingga jejak arkeologis masa lampau.

Sejarah Jalan TB Simatupang

Studi Ilmiah dan Perspektif Urban

Dalam kajian urban, Jalan TB Simatupang sering diposisikan sebagai contoh penting arteri kota modern. Penelitian berjudul “A Case Study of T.B. Simatupang Road and JORR Toll Off” (Everant, 2025) menegaskan bahwa jalan ini bukan hanya jalur biasa, melainkan arteri utama di Jakarta Selatan. Jalan ini memegang peranan vital dalam konektivitas antarwilayah, terutama sejak dibangunnya jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Penelitian tersebut memperlihatkan bagaimana TB Simatupang menjadi jalur yang menghubungkan kawasan bisnis, permukiman, hingga fasilitas publik.

Latar Belakang dan Perencanaan Awal

Jalan TB Simatupang direncanakan sebagai jalan arteri utama, bukan kawasan perkantoran atau komersial. Tujuannya adalah mengurai beban lalu lintas di pusat kota dan membuka akses dari Jakarta Timur menuju Selatan. Rencana ini erat kaitannya dengan pembangunan jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) pada 1990-an, khususnya ruas selatan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut