Rindu Siswa Terobati dengan PTM, Orang Tua Waswas Muncul Klaster Baru
"Anak saya kelas 2, jadi agak sulit kalau engga diingatkan terus," katanya.
Meski sebagian dirinya menyambut baik dengan PTM yang berlangsung sepekan lalu, sebagai orang tua, Ghani mengakui dirinya juga memiliki ketakutan akan adanya potensi penyebaran Covid-19. Ancaman tertular bisa terjadi sewaktu-waktu.
Karenanya, dia telah mengantisipasi hal ini. Saat pulang sekolah, setelah menyemprotkan disinfektan, anaknya langsung mandi dan membersihkan diri dari virus.
Selain itu, dia juga telah berjaga-jaga bila nantinya di sekolah si anak muncul warga yang terpapar. Begitu dapat informasi itu, dirinya akan melarang anaknya untuk ke sekolah.
"Akan saya minta dia di rumah aja," ujarnya.
Hal berbeda diungkapkan Maria Ulfah, orang tua dari Fairaz El Bachrie yang kini bersekolah di SDQU Wahda Islamiyah Depok. Dia menyambut baik pembelajaran PTM dengan tetap meminta agar prokes di sekolah mesti diperketat.
Maria yakin penerapan PTM merupakan bentuk terbaik terhadap pelajar di masa pandemi. Kejenuhan sistem belajar online selama 1,5 tahun terakhir, terbayar lengkap dengan sistem baru ini.