Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : ESDM Beri Kuota Impor BBM ke SPBU Swasta 2 Kali Setahun, Begini Skemanya
Advertisement . Scroll to see content

Pendar Terang Gedung Pusat Dakwah, Potret Energi Terbarukan di Jantung Jakarta

Selasa, 31 Agustus 2021 - 18:48:00 WIB
Pendar Terang Gedung Pusat Dakwah, Potret Energi Terbarukan di Jantung Jakarta
Seorang teknisi mengecek Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (30/8/2021). (Foto: iNews.id/Irfan Ma"ruf).
Advertisement . Scroll to see content

"Kalau kita kalkulasi, penghematan bisa sampai 39 persen," katanya. 

Zainuddin menyebut penggunaan tenaga surya di iklim tropis seperti Indonesia merupakan langkah tepat. Muhammadiyah, kata dia, terus memperluas penggunaan PLTS atap ini antara lain di kantor Yogyakarta, juga Universitas Muhammadiyah Malang.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, ada tiga program yang sedang digarap terkait hal ini. Pertama,  menyediakan listrik ke masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dengan pemanfaatan PLTS skala kecil. 

Seorang teknisi mengecek Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (30/8/2021). (Foto: iNews.id/Irfan Ma`ruf).

Program kedua, yakni pemanfaatan PLTS skala besar dengan pembuatan proyek sangat besar untuk PLTS terapung di Ciratas dengan kapasitas 145 megawatt. PLTS ini diharapkan terbesar di ASEAN. 

Terakhir, PLTS Atap yang dikembangkan oleh konsumen, baik konsumen PLN atau yang lainnya. Saat ini pemerintah tengah melakukan finalisasi dari sisi regulasi melalui peraturan menteri. 

Dia menyebut PLTS Atap akan menjadi potensi besar dari yang tertulis hanya 32,5 gigawatt. Jumlah itu berasal dari asumsi awal sektor pemerintah dan rumah tangga. Dia mengatakan, sejak 2014 hingga 2018 sebanyak 4.000 PLTS terpasang di seluruh Indonesia. 

"Secara total teknis, jangka pendek itu 32,5 gigawatt. Ini potensi, nanti pasti harus didetailkan lagi," ucapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut