Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Cabai di Jakarta Meroket, Pramono: 1-2 Minggu Pasti Kembali Normal
Advertisement . Scroll to see content

Pedagang Curhat Kerap Dibebankan terkait Pergerakan Harga, Minta Bantuan Pemerintah

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:29:00 WIB
Pedagang Curhat Kerap Dibebankan terkait Pergerakan Harga, Minta Bantuan Pemerintah
Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Koja Baru. (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pedagang di pasaran kerap dibebankan terkait pergerakan harga bahan pangan. Padahal, pedagang menjadi orang terakhir dari bagian rantai pasok pangan. 

Hal ini disampaikan Suparman, pedagang daging sapi di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara yang merasakan naik turunnya harga pangan di pasar. Dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa jika harga dari penyuplai sudah naik.

Di hari awal Ramadan 2026, Suparman mematok harga Rp140.000 per kilogram (kg). Harga ini termasuk cukup tinggi dan tercatat mengalami kenaikan dari waktu sebelumnya, yang seharga Rp130.000 untuk harga daging sapi kualitas II pada tabel harga per 17 Februari 2026.

"Saya juga kurang ngerti masalah harga kalau naik ya. Saya kan ngambilnya dari bos daging," ucap Suparman saat ditemui di lapaknya, Kamis (19/2/2026).

Cerita yang sama diutarakan Efendi, pedagang beras di Pasar Koja Baru. Selama ini, dia bergantung pasokan beras dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Di awal Ramadan tahun ini, harga beras di lapaknya untuk semua jenis terpaksa naik Rp500, seperti beras dengan jenama Ramos yang dibanderol Rp17.000 per kg.

"Kami kalau harga tergantung dari pasar induk. Kalau di sana ada kenaikan, ya mau enggak mau kami di pasar juga naik," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut