Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jalan Berlubang di Jaktim Bikin Pelajar Tewas Kecelakaan, Pramono Minta Segera Ditambal
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Marbot Naik Haji, Pernah Jadi Tukang Tambal Ban hingga Dicurigai Curi Kas Masjid

Rabu, 15 Juni 2022 - 05:43:00 WIB
Kisah Marbot Naik Haji, Pernah Jadi Tukang Tambal Ban hingga Dicurigai Curi Kas Masjid
Waridjun (77) seorang marbot telah menjalankan ibadah haji dari hasi menabung puluhan tahun. (Muhammad Farhan)
Advertisement . Scroll to see content

"Saya ahli ganti dan tambal ban ketika dulu masih muda di Indramayu, daripada ngantuk-ngantuk jaga usaha pakan burung, saya mending buka tambal ban. Apalagi banyak orang nanya tukang tambal ban di seberang lokasi rumah saya," tutur Waridjun. 

Disitulah Waridjun mengaku lama membuka usaha tambal bannya hingga tahun 1992. Istri Waridjun menambahkan, suaminya berhenti karena sempat mengalami sakit hernia. 

"Bapak sempat sakit hernia sehingga berhenti sebentar usaha tambal bannya karena harus operasi. Tetapi bapak belum kapok karena masih layanin pelanggan untuk tambal ban karena datang langsung ke rumah. Tetapi baru stop total lantaran bapak kena sakit jantung juga di tahun 1993," tambah Sopiah. 

Akan tetapi, meski sudah sakit jantung, Waridjun tetap membuka usaha tambal ban namun dikerjakan oleh anak-anaknya. Pria beranak lima ini menjelaskan usahanya dikerjakan oleh dua putranya ketika libur sekolah dan dibantu putrinya yang lain. 

"Anak saya yang laki-laki kalau lagi libur atau pulang sekolah yaa ikut bantuin. Bapak tinggal mengarahkan saja karena sudah ga kuat tangannya untuk angkat berat," imbuh Sopiah. 

Ketika hendak mendekati adzan Ashar, Waridjun menyampaikan izin kepada MNC Portal untuk mempersiapkan shalat ashar berjamaah di masjid dekat rumahnya, Masjid Jami Al-Hilal. Sebelum beranjak, Sopiah dan anaknya, Atun, mengungkapkan keinginan Waridjun yang tetap ingin beramal dengan tenaganya. 

"Bapak saya sudah jadi marbot masjid sekitar tahun 1982, itu saat saya mau masuk TK. Kami baru tinggal di rumah ini sekitar dua tahun," kata Atun. 

Saat ditegaskan mengapa dirinya ingin menjadi marbot Masjid, Waridjun dengan singkat menjawab hanya ingin memenuhi panggilan hatinya dan ibadah. Putrinya menyambar dengan segera bahwa ayahnya hanya ingin beramal dengan apa saja yang dimilikinya. 

"Bapak saya itu prinsipnya jika tidak bisa beramal dengan harta, maka amal dengan tenaga. Hanya itu yang dipikirkan bapak saya," sergah Atun menimpali ayahnya yang terbata-bata menjelaskan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut