Ini Awal Mula Ruli Buat Pagar Tutup Akses Rumah di Ciledug
"Bacaannya dari awal sudah jelas, Ruli mau miliki tanah ini lagi. Tapi kita gak jual. Orang maksa gitu. Intinya, kami dari pihak ahli waris tidak ingin menjual," kata Acep, kepada MNC, di lantai 2 rumahnya, Tajur, Ciledug, Senin (15/3/2021).
Diduga mendapatkan penolakan itu, keluarga Anas Burhan sakit hati dan mulai mempermasalahkan akses jalan kolam renang. Dia lalu memagar jalan selebar 2,5 meter sepanjang sekira 200 meter, yang menjadi akses masuk warga Kavling Brebes.
"Waktu almarhum bapak saya masih hidup, mereka pernah menawarkan ingin membeli tanah ini lagi, sudah membawakan uang satu koper penuh berisi Rp500 juta. Tetapi ditolak olah almarhum bapak saya. Kami tidak mau menjual tanah ini," katanya.
Saat terjadi hujan deras, pada Februari 2021, pagar beton tersebut roboh tepat di depan pintu masuk kolam renang. Robohnya pagar langsung dijadikan dalih oleh Ruli untuk menyerang keluarga Munir. Akses jalan keluarga Munir dipagar setinggi 2 meter.
Tidak hanya itu, Ruli juga mengancam istri almarhum Munir dengan sebilah golok. Gertakan Ruli ternyata berhasil membuat keluarga Munir trauma. Namun, dia gagal membuat mereka menyerahkan tanahnya.
"Kita enggak punya salah dengan dia, tapi mungkin dia nyari kesalahan kali. Maksudnya biar semuanya drop, karena ancaman golok waktu itu. Jangankan ngomong pak, ketemu saja sama Ruli kami takut. Kami sangat trauma pak," kata Acep lagi.
Saat berita mengenai jalan ditembok beton ramai pun, Ruli tidak takut. Sebaliknya, dia malah memasang kawat baru di atas tembok betonnya agar benar-benar tidak bisa dilalui keluarga Munir.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq