Ibu Hamil di Tangsel Dipaksa Isolasi, Keluarga Protes Swab Tak Akurat
Pada Jumat malam, tiba-tiba EF mengeluh mulas pada perutnya. Ternyata air ketuban telah keluar, hingga keluarga melarikannya langsung ke Rumah Sakit Buah Hati.
"Jam 9 malam keluar ketuban, kita bawa ke rumah sakit. Kan harus di caesae, maka aturan SOP-nya diswab dua-duanya. Ternyata hasilnya negatif antigennya. Terus masuk ruang operasi dan Al-hamdulillah keluar bayinya jam setengah 12 malam," ucapnya.
Kemudian pagi harinya, Sabtu 12 Februari, pihak Puskesmas menanyakan lagi ke suami EF soal statusnya yang positif sebelumnya. "Dokter Puskesmas nanyain lagi, udah ngasih tahu rumah sakit belum kalau EF ini pasien positif?. Suaminya ini terus tanya balik karena hasil swab antigen rumah sakit justru negatif, tapi nggak dijawab," katanya.
Tak beberapa lama, tiba-tiba pihak dokter dan perawat Rumah Sakit Buah Hati mendatangi pasien EF yang masih terbaring lemas di kamar perawatan. EF dan suami pun ditegur karena dianggap menutupi statusnya yang positif.
"Setelah wa-an tersebut, dokter rumah sakit saam ssuter marah-marahin adik saya, ngomel-ngomel. Bilang kita kecolongan nih, begini-begni, pasien Covid. Sumber dokter itu dari Puskesmas, bahwa EF ini pasien positif," ujarnya.