Gelar Dialog, Ayo Mengajar Indonesia Ajak Cegah Intoleransi di Dunia Pendidikan
"Kita menemukan, intoleransi terjadi di perguruan tinggi, ketika meneliti 10 kampus, kami menemukan tingkat intoleransi cukup tinggi sapai 20-30 persen. Ketika penelitian di sekolah pun sama cukup tinggi tingkat inteloransi, dan bukan tumbuh tiba-tiba, tapi memang ada peningkatan dari zaman di sekolah sampai ke perguruan tinggi," katanya.
Dia mengatakan, darahnya Indonesia itu adalah Intoleransi, seperti sejarah yang ada.
Pakar Pendidikan dan Wakil Sekjen PB PGRI, Jejen Musfah mengatakan, pendidikan untuk karakter itu melalui tiga cara yakni, modeling, kebiasaan, dan pengajaran.
"Benar bahwa indonesia sudah baik toleransinya namun bukan berarti kita mengabaikan pikiran intoleran.
Peserta yang hadir dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, serta relawan Ayo Mengajar Indonesia, jumlah peserta yang hadir dalam offline ada 30 orang, hadir dalam online ada 300 orang.
Editor: Kastolani Marzuki