Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Murka Fasilitas Gas Terbesarnya Dibom AS-Israel: Perang Level Baru Telah Dimulai!
Advertisement . Scroll to see content

WHO Wanti-Wanti Bencana Nuklir di Tengah Perang AS–Israel Vs Iran

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:27:00 WIB
 WHO Wanti-Wanti Bencana Nuklir di Tengah Perang AS–Israel Vs Iran
WHO wanti-wanti bencana nuklir gegara perang AS-Israel vs Iran semakin memanas. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan dunia soal potensi skenario terburuk berupa insiden nuklir di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran.

Peringatan ini muncul setelah meningkatnya serangan terhadap fasilitas strategis Iran, termasuk yang berkaitan dengan program nuklir. WHO mengaku telah menyiapkan berbagai langkah darurat untuk menghadapi kemungkinan krisis besar.

Mengutip laporan Middle East Eye, WHO menyebut insiden nuklir menjadi skenario paling buruk yang kini mulai diantisipasi, baik akibat serangan langsung maupun kerusakan fasilitas nuklir yang terdampak perang.

"Meskipun berbagai persiapan telah dilakukan, dampaknya akan sangat besar," kata Hanan Balkhy, Direktur regional WHO untuk Mediterania Timur, dikutip Kamis (19/3/2026).

Serangan Nuklir Jadi Titik Rawan Baru

Konflik memanas setelah operasi militer oleh AS dan Israel yang menargetkan fasilitas nuklir Iran. Langkah ini disebut bertujuan menghentikan potensi pengembangan senjata nuklir.

Namun, serangan tersebut justru membuka risiko lain, yakni kebocoran radiasi yang dapat berdampak lintas negara dan sulit dikendalikan.

WHO menegaskan bahwa dampak konflik tidak hanya soal perang, tetapi juga berpotensi menjadi krisis kemanusiaan besar. Beberapa risiko yang disorot antara lain:

- Runtuhnya sistem layanan kesehatan

- Lonjakan korban sipil dalam jumlah besar

- Terganggunya distribusi bantuan kemanusiaan

Dalam skenario ekstrem, dampaknya bisa menyerupai bencana nuklir besar yang memengaruhi generasi mendatang.

Di sisi lain, perdebatan soal kemampuan nuklir Iran masih terjadi di internal AS.

Presiden Donald Trump menyatakan Iran hampir memiliki senjata nuklir. Namun, sejumlah pejabat intelijen menilai program tersebut telah melemah akibat serangan sebelumnya dan belum menunjukkan tanda pemulihan signifikan.

Situasi ini memicu kekhawatiran luas akan eskalasi konflik yang lebih besar. Bahkan, muncul spekulasi soal kemungkinan penggunaan senjata ekstrem jika ketegangan terus meningkat.

WHO pun menegaskan pentingnya kesiapsiagaan global, mengingat dampak konflik berpotensi meluas jauh melampaui wilayah perang.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut