Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran: MoU Perdamaian Sama Saja Deklarasi Kekalahan Perang AS
Advertisement . Scroll to see content

Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:22:00 WIB
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Delegasi Iran walk out setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman saat negosiasi berlangsung (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran mengungkap alasan di balik keputusan delegasinya meninggalkan meja perundingan atau walk out saat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di Swiss akhir pekan lalu. Kepala juru runding Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, langkah tersebut diambil setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Iran ketika pembicaraan masih berlangsung.

Ghalibaf mengatakan pihaknya tidak akan pernah bernegosiasi di bawah ancaman maupun tekanan. Menurut dia, pernyataan Trump yang mengancam Presiden Iran Masoud Pezeshkian, tim negosiasi, hingga wilayah Iran, telah melanggar kesepakatan dasar dalam nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani kedua negara.

"Anda harus paham, kami tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman atau kekerasan," kata Ghalibaf, seperti dikutip kantor berita Tasnim, Rabu (24/6/2026).

Dia menjelaskan, Iran tetap mengikuti perundingan yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Namun Teheran sejak awal mempertahankan prinsip untuk tidak melakukan dialog langsung dengan Washington.

"Kami memiliki prinsip, dan sampai sekarang kami tidak pernah ingin menjadi bagian dari dialog yang setara (langsung) dengan AS," ujarnya.

Menurut Ghalibaf, negara-negara mediator terus berupaya mempertemukan kedua delegasi dalam diskusi langsung. Namun Iran menegaskan hanya bersedia terlibat dalam negosiasi melalui mediator, bukan pembicaraan tatap muka dengan pihak AS.

Situasi berubah ketika Ghalibaf mengetahui Trump mengunggah pernyataan bernada ancaman di media sosial saat proses perundingan masih berlangsung.

"Di tengah pembicaraan, saya menyadari Trump mengeluarkan ancaman terhadap Presiden (Masoud Pezeshkian), tim negosiasi, serta akan menyerang wilayah kami," katanya.

Ghalibaf kemudian menyampaikan protes langsung kepada Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin tim perunding Washington. Dia menegaskan ancaman tersebut bertentangan dengan klausul pertama MoU perdamaian yang melarang penggunaan ancaman maupun kekerasan.

"Saya memberi tahu Vance bahwa kami berada di sini untuk bernegosiasi, bahwa klausul pertama dari MoU yang ditandatangani melarang ancaman dan penggunaan kekerasan. Namun presiden Anda mengeluarkan ancaman hari ini," ujarnya.

Tak lama setelah itu, delegasi Iran memutuskan mengakhiri pertemuan dan meninggalkan lokasi perundingan. Mereka tidak kembali ke meja negosiasi meskipun pihak AS berusaha menggelar pertemuan lanjutan melalui mediator.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut