Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tolak Kunjungan Presiden Israel, Ratusan Demonstran Australia Kepung Gedung Parlemen
Advertisement . Scroll to see content

Viral, Polisi Australia Seret Muslim Salat saat Demo Tolak Kunjungan Presiden Israel

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:00:00 WIB
Viral, Polisi Australia Seret Muslim Salat saat Demo Tolak Kunjungan Presiden Israel
Rekaman video memperlihatkan polisi Australia menyeret demonstran Muslim saat melaksanakan salat viral di media sosial (Foto: X/RyanRozbiani)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Rekaman video memperlihatkan polisi Australia menyeret demonstran Muslim saat melaksanakan salat viral di media sosial. Insiden itu terjadi di tengah aksi besar-besaran di Kota Sydney pada Senin (9/2/2026) untuk menentang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia.

Situasi memanas saat petugas Kepolisian New South Wales (NSW) membubarkan massa. Dalam video yang beredar luas, polisi secara paksa mengusir dan menyeret sejumlah demonstran Muslim yang sedang melaksanakan salat, tampaknya di halaman gedung.

Insiden tersebut memicu kecaman luas dari berbagai pihak. Dewan Imam Nasional Australia menyebut tindakan aparat sebagai sesuatu yang “mengejutkan, sangat mengganggu, dan sama sekali tidak dapat diterima.”

Utusan Khusus Australia untuk Islamofobia, Aftab Malik, turut angkat suara. Dia menyerukan penyelidikan atas dugaan penggunaan kekerasan oleh polisi serta mendesak Menteri Kepala NSW Chris Minns meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Muslim.

Sementara itu demonstrasi menentang Herzog terus berlangsung di berbagai kota Australia hingga Rabu (11/2/2026). Ratusan demonstran mengepung gedung parlemen di Canberra pada Rabu pagi. 

Massa mengibarkan bendera Palestina dan membawa berbagai spanduk berisi kecaman terhadap Israel. 

Demonstrasi menentang Herzog yang berlangsung sejak Senin juga mendapat dukungan sejumlah politisi, termasuk Senator ACT David Pocock dan pemimpin Partai Hijau Larissa Waters.

Pada hari pertama kedatangannya di Sydney, ribuan demonstran sempat bentrok dengan aparat. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut